Perhatian ASUPAN Selama Puasa
Sahur dan berbuka puasa ibarat pola sarapan – makan siang
makan malam yang bergeser. Kalau kita tidak pandai mengatur asupan yang masuk
ke dalam tubuh, manfaat dari puasa jadi tak terasa. Menu yang seimbang yang
terdiri dari atas karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral ,
harus ada pada menu sahur ataupun berbuka. Saat sahur, makanan berkuah
dianjurkan sebagai saupan cairan untuk tubuh. Sementara makanan berlemak tinggi
, misalnya yang banyak mengadung banyak santen. Tidak dianjurkan sebagai menu
sahur. Makanan dengan karbohidrat dan gula tinggi, yang salah satunya tedapat
pada nasi, bila dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan insulin menurun. Dan
bila turunnya terlalu rendah, membuat badan lemas. Nasi yang banyak memang
membuat perut kita kenyang, tapi tabuh cepat menjadi lemas. Jadi, dalam
sepiring makan sahur, nasi hanya sepermpat, sisanya lauk dan sayuran.
“Minum teh atau kopi memang tidak disarankan karena bersifat
diuretik, orang cenderung cepat menjadi dehidrasi. Tetapi kalau oerut tidak
bermasalah ya tidak apa apa minum teh atau kopi, asalkan hanya segelas atau
secangkir, tidak lebih.
Bila perut cukup sensitif terhadap teh atau kopi, sebaiknya
minum aoa kita apada saat sahur? Air putih, susu atau just. Dan sahur yang
ideal adalah yang mendekasi waktu imsyak. Bisa sekitar 40 atau 30 menit
menjelang imsyak. Mengapa harus mepet? Karena makancpadat diolah selama kurang
lebih empat jam didalam perut, jadi kita tidak cepat lapar.
Hindari Makan Berlebihan
Berbuka puasa dengan menu yang manis memang dianjurkan. Hal itu
untuk menggantikan energi yang hilang selama seharian. Namun perlu diinagt
jangan sampai kebablasan, karena bisa menaikkan kadar gula dalam darah. Semakin
cepat gula darah naik, makin cepat pula insulin menurunkan gula, akibatnya
badan jadi lemas dan mudah mengantuk.
Meminum segelas hangat terlebih dahulu, misalnya teh hangat
bertujuan supaya lambung tidak kaget yang bisa membuat perut mulas. Lalu maknlah
sesuatu yang manis, namun dalam porsi kecil. Misalnya tiga butir kurma, takjil
atau kolak dengan porsi kecil. Jangan langsung
mengonsumsi makanan dalam porsi besar. Untuk menghindari perut sebah dan terasa
penuh masukkan makanan secara pelan pelan. Ibaranta, kita harus melakukan
pemanasan terlebih dahulu sebelum masuk ke menu utama. Organ organ pencernaan
yang tadinya bekerja secara santai, bila tiba tiba langsung diisi makanan dalam
porsi besar akan langsung bergerak cepat secara bersmaan, perut jadi tidak
nyaman. Tidak perlu khawatir harus menahan lapar lebih lama, karena jeda dari
pembalasan dengan takjil, hanya 10 hingga 15 menit. Setelahnya, anda tetap
mempertimbangkan gizi seimbang, nasi lauk pauk dan sayuran.
Terkadang, orang kembali merasa lapar sepulang dari shalat
tarawih dimasjid. Bolehkah makan malam dua kali? Tentu saja boleh. Seperti yang
telah disebutkan pada awal tulisan, sahur dan buka puasa seperti bola makan
yang bergeser. Jadi tidak heran bila sebagian orang berbuka puasa 2 kali. Hanya,
buka puasa kloter puasa kedua sebaiknya tidak dalam porsi yang sama besar
seperti kloter pertama.
Bila menu berbuka yang pertama dalam porsi lengkap, menu
kedua sebaiknya lenih kecil dan meliatkan nasi. Anda bisa mengonsumsi sayur
atau buah – buahan. Karena idealnya makan malam paling tidak dua jam sbelum
tidur, maka porsi yang sedikit lebih dianjurkan.
Secara keseluruhan, mulai dari sahur hingga buka puasa,
setiap menu yang dimakan bila terdiri atas sayur dan buah, maka sudah mencukupi
kebutuhan (sekitar 25 gram) harian. Problem yang sering dialami orang yang
berpuasa adalah susah buang air besar. Ini karena kurang cairan dan serat,
dan juga kurang olah raga. Padahal salah
satu fungsi olahraga untuk mempermudah metabolisme. Olahraga sekitar 25 hingga
30 menit menjelang berbuka puasa dan dilakukan antara dua hingga tiga kali
seminggu sudah sangat ideal. Tidak perlu olahraga berat, jalan sore pun sudah
cukup.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar